MAKNA TEOLOGIS FRASA "PENOLONG YANG SEPADAN" DALAM KEJADIAN 2:18: SUATU KAJIAN EKSEGETIS DAN IMPLIKASINYA BAGI RELASI PRANIKAH PASANGAN GEN Z KRISTEN
Abstract
Christian Gen Z couples face various challenges in their pre-marital relationships, such as a tendency toward self-centeredness, poor communication, a lack of a culture of dialogue, and insufficient theological understanding regarding the biblical meaning of a life partner. This study aims to examine the theological significance of the phrase “a helper suitable” (ezer kenegdo) in Genesis 2:18 through an exegetical approach and to explain its implications for the pre-marital relationships of Christian Gen Z couples.
The study employs a qualitative method using a literature review approach, involving lexical, grammatical, and theological analyses of the Hebrew text of Genesis 2:18. The findings indicate that the Hebrew word ezer signifies not merely a helper, but also a source of strength, a supporter, and a rescuer. Meanwhile, the Hebrew word kenegdo implies a relationship of equality and complementarity, presenting the partner as a companion for dialogue and discussion in pursuing God's will. The study also reveals that the "suitable helper" is an initiative of God, bestowed through a divine process to establish a partnership in fulfilling God's will.
The implications of this study suggest that pre-marital relationships among Christian Gen Z couples should be built upon principles of equality, mutual strengthening, open communication, a culture of dialogue, and spiritual maturity, alongside a commitment to seeking and obeying God's will in the selection of and preparation for a life partner.
Relasi pranikah pasangan Generasi Z Kristen sedang menghadapi berbagai tantangan, seperti membangun hubungan yang cenderung berpusat pada diri sendiri, lemahnya komunikasi, minimnya budaya berdiskusi, serta kurangnya pemahaman teologis tentang makna pasagan hidup menurut Alkitab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna teologis frasa “Penolong yang Sepadan” dalam Kejadian 2:18 melalui pendekatan studi eksegetis serta menjelaskan implikasinya bagi relasi pranikah pasangan Gen Z Kristen.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis leksikal, gramatikal, dan teologis terhadap teks Ibrani Kejadian 2:18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata Ibrani ezer tidak hanya berarti penolong, tetapi juga berarti pemberi kekuatan, pendukung, dan penyelamat. Sementara itu, kata Ibrani kenegdo mengandung makna relasi yang setara, saling melengkapi, serta menghadirkan pasangan sebagai teman berdialog dan berdiskusi dalam menjalani kehendak Allah. Penelitian ini juga menemukan bahwa penolong yang sepadan merupakan inisiatif Allah yang diberikan melalui proses ilahi untuk membangun kemitraan dalam melaksanakan kehendak Allah.
Implikasi penelitian adalah relasi pranikah pasangan Gen Z Kristen perlu dibangun di atas prinsip kesetaraan, saling menguatkan, komunikasi yang terbuka, budaya berdiskusi, kedewasaan spiritual, serta komitmen untuk mencari dan menaati kehendak Allah dalam memilih dan mempersiapkan pasangan hidup.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Sumber dari Buku
Botterweck, G. Johannes, Helmer Ringgren, Heinz-Josef Fabry, ed., Tehological Dictionary of the Old Testament. William B. Eerdmans Publishing Companny & Grand Rapids: Michigan/Cambridge, 1998.
Davis, John J. Eksposisi Kitab Kejadian: Suatu Telaah, (Malang: Gandum Mas, 2010.
Echols, John M. and Hassan Shadily, An Indonesian – English Dictionary. Jakarta: PT Gramedia, 1985.
Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid A-L, S.V. “Kejadian,” oleh U. Cassuto.
Hill, Andrew E. & John H. Walton, Survei Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas, 1996.
Larosa, Arliyanus dan Ester Christiana Yuwanda, Build Your Great Marriage, Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2009.
Pfeiffe, Charles F. & Everett F. Harrison, The Wycliffe Bible Commentary Volume 1 Perjanjian Lama: Kejadian – Ester. Malang: Gandum Mas, 2004.
Seemiller, Corey & Meghan Grace, Generation Z: A Century in the Making. New York Routledge, 2018.
Stevanus, Kalis. Cek-Cok tapi Sudah Cocok: Keluarga yang Dipulihkan Tuhan. Semarang: Widya Sari Press, 2012.
Tafsiran Matthew Henry, Kitab Kejadian. Surabaya: Momentum, 2014.
Walker, D. F. Konkordansi Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017.
Yasua, Penka. Perempuan Sumber Dosa? Sebuah Refleksi Alkitabiah. Malang: Dioma, 2011.
Sumber dari Jurnal dan Lain-Lain
Agustina Pasang & Ronald Samuel Wuisan “Makna Kata “Sepadan” dalam Kejadian 2:18 sebagai Pedoman bagi Relasi Suami-Istri dalam Keluarga Kristen. Jurnal Efata:Jurnal Teologi dan Pelayanan, (Desember 2022), 23.
Eka Agustina Ambarita, Iwan Setiawan Tarigan, Berton Bostang H. Silaban, “Kesetaraan Gender Berbasis Kejadian 1:26-27; 2:18: Upaya Rekontruksi Konseptual Kedudukan Laki-Laki dan Perempuan di Tengah-Tengah Gereja,” Jurnal Teologi Cultivatation, Volume 7 (Desember 2023), 76.
Syalom Tuju, “Cinta Terburu, Iman Teruji: Pendampingan Pastoral Bagi Pasangan Generasi Z yang Menikah Di Usia Muda,” Pasolo: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen volume 2 (September 2025), 27.
Yunita Stella, “Penolong yang Sepadan Menurut Kejadian 2:18 Terkait Perdebatan Kepemimpinan Wanita dalam Gereja,” Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso, Volume 9 (September 2024), 224.
Makna Kata “Penolong yang Sepadan,” diambil dari https://www.sarapanpagi.org/3-aku-akan-menjadikan-penolong-sepadan-dengan-dia-vt1533.html, diakses 31 Maret 2026.
DOI: https://doi.org/10.37731/log.v7i2.375
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Logia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Logia: Jurnal Teologi Pentakosta has been registered on:
.png)



