Homili Dalam Kontek Budaya: Pewartaan Firman Tuhan di Suku Mentawai Pedalaman
Abstract
Dalam artikel ini membahas tentang relevansi universal pesan Alkitab di berbagai situasi dan kondisi, serta pentingnya penyampaian homili oleh gereja. Homili sangat penting karena merupakan bagian esensial dalam ibadah, alat pembinaan iman, dan sarana penginjilan. Pengajaran sebagai pesan Alkitab dilakukan dalam penyampaian Firman Tuhan pun jelas dan tepat sesuai isi Alkitab. Homili merupakan bagian utama di dalam ibadah, dan mengandung pesan Amanat Agung dan kerohanian, dalam berinteraksi dengan adat dan tradisi lokal, homili dalam konteks budaya memperkaya pengalaman kerohanian. Tokoh awal seperti Origenes mempopulerkan homili sebagai penjelasan kitab suci dalam gereja. Di Kepulauan Mentawai, homiletika mendukung komunitas suku pedalaman yang terisolasi, memberi identitas keagamaan dan nilai-nilai budaya umat. Pelayanan melalui ibadah yang dilakukan oleh gereja melalui persekutuan, pengajaran, dan pelayanan, dan berperan dalam membangun iman jemaat. Pendekatan homiletika yang kontekstual dalam suatu budaya memungkinkan gereja, khususnya di Mentawai menjadi tempat bagi pertumbuhan iman yang lebih dalam dengan Tuhan, memperkuat hubungan individu antar individu dalam memahami adat-istiadat dan budaya bagi kemulian Tuhan.
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.37731/log.v7i1.236
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Logia: Jurnal Teologi Pentakosta has been registered on:
.png)



