TANGGAPAN TERHADAP KRISTOLOGI PLURALISME AGAMA BERDASARKAN EKSEGESIS YOHANES 14:1–14 DAN 20:30–31 IMPLIKASINYA BAGI IMAN KRISTEN MASA KINI

Authors

  • Albertus Kristian Darel Mari Sekolah tinggi teologi berea

DOI:

https://doi.org/10.37731/log8%252026%20384%20

Abstract

Abstrak

 

Artikel ini mengkaji tanggapan teologis terhadap kristologi pluralisme agama melalui eksegesis Yohanes 14:1–14 dan 20:30–31. Fokus pada dua unit teks tersebut membatasi ruang lingkup kajian sekaligus memungkinkan analisis yang lebih mendalam atas kesaksian Injil Yohanes mengenai relasi Yesus dengan Bapa, identitas Yesus sebagai jalan, kebenaran, dan hidup, serta tujuan penulisan Injil agar pembaca percaya bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan kualitatif dengan metode eksegesis historis-literer, gramatikal-sintaktis, dan leksikal-kontekstual. Langkah analisis meliputi penetapan batas teks, pembacaan konteks dekat dan konteks naratif, pengamatan struktur dan istilah kunci, penafsiran berdasarkan hubungan antarkalimat, serta sintesis teologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua teks menampilkan identitas dan peran Yesus bukan semata-mata sebagai tokoh religius atau teladan moral, melainkan sebagai Anak yang menyatakan Bapa dan sebagai pusat iman yang memberi hidup. Klaim tersebut menjadi dasar kritik terhadap pandangan pluralis yang menafsirkan Yesus hanya sebagai salah satu jalan religius atau memisahkan karya keselamatan dari identitas-Nya. Implikasi penelitian ini ialah perlunya iman yang berakar pada Kitab Suci, dialog antaragama yang menghormati sesama tanpa mengaburkan pengakuan kristologis, serta pembacaan Alkitab yang bertanggung jawab secara eksegetis.

 

Kata kunci: kristologi; pluralisme agama; Injil Yohanes; Yohanes 14:1–14; Yohanes 20:30–31.

References

Dister, Nico Syukur. Kristologi: Sebuah Sketsa. Yogyakarta: Kanisius, 1987.

Friberg, Timothy, dan Barbara Friberg. Analytical Greek New Testament.

Gingrich, F. Wilbur. Shorter Lexicon of the Greek New Testament.

Groenen, C. Teologi Sejarah Dogma Kristologi. Yogyakarta: Kanisius, 1998.

Henry, Matthew. Tafsiran Matthew Henry: Injil Yohanes 12–21. Surabaya: Momentum, 2010.

Hick, John. God and the Universe of Faiths: Essays in the Philosophy of Religion. London: Macmillan, 1977.

Knitter, Paul F. Satu Bumi Banyak Agama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003.

Lumintang, Stevri I. Theologia Abu-Abu: Pluralisme Agama. Malang: Gandum Mas, 2004.

Objantoro, Enggar. “Pluralisme Agama-Agama: Tantangan bagi Teologi Kristen.” Jurnal

STT Simpson 3 (September 2016): 61.

Pfeiffer, Charles F., dan Everett F. Harrison. The Wycliffe Bible Commentary. Volume 3: Perjanjian Baru.

Sitepu, Nathanail. “Finalitas Yesus Kristus sebagai Keunikan dalam Misi Kristen.” Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan 11 (Juni 2021): 31.

Tenney, Merrill C. Injil Iman: Suatu Telaah Naskah Injil Yohanes secara Analitis. Malang: Gandum Mas, 1996.

Yunus, Firdaus M. “Agama dan Pluralisme.” Jurnal Ilmiah Islam Future 13 (Februari 2014): 215.

Downloads

Published

2026-10-29

How to Cite

Mari, A. K. D. (2026). TANGGAPAN TERHADAP KRISTOLOGI PLURALISME AGAMA BERDASARKAN EKSEGESIS YOHANES 14:1–14 DAN 20:30–31 IMPLIKASINYA BAGI IMAN KRISTEN MASA KINI. Logia, 8(1), 90-99. https://doi.org/10.37731/log8%2026 384
  • DOI https://doi.org10.37731/log8%2026 384
  • Abstract Views: 20 PDF Downloads: 16