Roh Kudus dan Krisis Makna: Spiritualitas Pentakostal dalam Dunia yang Terfragmentasi
Abstract
Dunia kontemporer ditandai oleh fragmentasi eksistensial yang mendalam dan meluasnya krisis makna. Percepatan teknologi, lunturnya nilai-nilai komunal, serta dominasi rasionalitas instrumental telah membentuk manusia yang sangat terhubung secara digital namun kehilangan kedalaman spiritual. Dalam konteks ini, spiritualitas Pentakostal—yang berpusat pada karya dinamis Roh Kudus—menawarkan respons teologis yang signifikan. Penelitian ini bertujuan menelusuri bagaimana pneumatologi Pentakostal dapat menjadi jawaban atas krisis makna yang mewarnai eksistensi manusia modern. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan telaah literatur, tulisan ini menganalisis hubungan antara Roh Kudus dan pencarian makna hidup manusia dalam terang teologi eksistensial dan pemikiran Pentakostal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roh Kudus bertindak bukan hanya sebagai sumber kuasa, melainkan juga sebagai pemulih integritas eksistensial, yang mentransformasikan fragmentasi manusia menjadi persekutuan dengan Allah, diri, dan sesama. Dengan demikian, spiritualitas Pentakostal seharusnya dipahami tidak semata sebagai pengalaman ekstatis, melainkan sebagai partisipasi eksistensial dalam hidup ilahi yang memulihkan makna di dunia yang terpecah-belah
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.37731/log.v8i1.338
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Logia: Jurnal Teologi Pentakosta has been registered on:




