Tinjauan Teologis : Fenomena Kepenuhan Roh Kudus kepada Anak

Authors

  • Felicia Irawaty Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga
  • Stefani Stefani

DOI:

https://doi.org/10.37731/log.v4i1.112

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah, untuk menjelaskan karakteristik spiritual anak secara umum. Kedua, untuk menjelaskan karakteristik spiritual anak menurut pandangan Alkitab. Ketiga untuk mendapatkan pemahaman yang benar tentang kepenuhan Roh Kudus kepada anak berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul 2:1-13 dan Kitab Yoel 2:28. Menurut hasil questioner yang disebarkan, didapati beberapa pandangan dan  pendapat tentang apakah anak dapat mengalami kepenuhan Roh Kudus di dalam kehidupannya. Ada yang berpendapat bahwa sulit untuk menjelaskan Roh Kudus kepada anak; anak masih ikut-ikutan dan belum bisa dipastikan dapat mengalami kepenuhan Roh Kudus; anak belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengalami kepenuhan Roh Kudus; namun ada juga yang berpendapat anak sudah dapat mengalami kepenuhan Roh Kudus Kesimpulan karya ilmiah ini adalah ; pertama, kepenuhan Roh kudus dapat dialami siapa saja, semua orang, tidak memandang umur, jenis kelamin, dan golongan apapun, tentunya ini termasuk anak-anak. Kedua, anak-anak dan teruna-teruna atau remaja bahkan dapat menerima dan memanifestasikan karunia Roh untuk membangun jemaat dalam Tubuh Kristus.

Kata kunci : Tinjuan Teologis; Kepenuhan Roh Kudus, Anak

References

Budijanto,B. Sritualitas Generasi Muda dan Gereja. In Budijanto (Ed.), Dinamika Spiritualitas

Generasi Muda Kristen Indonesia, Bilangan Research Center, 2018.

Brubaker Omar,M.A dan Ed.D Robert E.Clark. Memahami Sesama Kita – Kanak kanak Kaum

Muda Orang Dewasa, cetakan pertama. Malang: Gandum Mas, 1984.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa - Kamus Besar Bahasa

Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1988.

Anshori, M. Hafi. Kamus Psikologi. Surabaya: Usaha Kanisius, 1995).

Downloads

Published

2023-05-25

How to Cite

Irawaty, F., & Stefani, S. (2023). Tinjauan Teologis : Fenomena Kepenuhan Roh Kudus kepada Anak. Logia, 4(1), 33-39. https://doi.org/10.37731/log.v4i1.112
  • DOI https://doi.org10.37731/log.v4i1.112
  • Abstract Views: 632 PDF Downloads: 755